Senin, 29 April 2013

APLIKASI GERBANG LOGIKA SEBAGAI PENGONTROL SUHU RUANG



Di dalam suatu ruangan terdapat oven, kompor listrik, dan tungku pemanas serta terdapat ventilasi untuk mengeluarkan udara/suhu panas dalam ruangan. Dalam aplikasi gerbang logika ini alarm digunakan sebagai output sebagai tanda peringatan bahwa suhu di dalam ruangan tersebut melebihi batas normal.
Alarm akan ON jika kondisi sbb :


  • Oven off, tungku pemanas on, kompor listrik on, dan ventilasi tertutup.
  • Oven on, tungku pemanas off, kompor listrik on, ventilasi tertutup
  • Oven on, tungku pemanas on, kompor listrik off, ventilasi tertutup.
  • Oven on, tungku pemanas on, kompor listrik on, ventilasi tertutup.
  • Oven on, tungku pemanas on, kompor listrik on, ventilasi terbuka.

TABEL KEBENARAN

INPUT
OUTPUT
A
B
C
D
Y
0
0
0
0
0
0
0
0
1
0
0
0
1
0
0
0
0
1
1
0
0
1
0
0
0
0
1
0
1
0
0
1
1
0
1
0
1
1
1
0
1
0
0
0
0
1
0
0
1
0
1
0
1
0
1
1
0
1
1
0
1
1
0
0
1
1
1
0
1
0
1
1
1
0
1
1
1
1
1
1
Keterangan :
            A = Oven
            B = kompor listrik
            C = tungku pemanas
            D = ventilasi
 

            Y = !ABC!D + A!BC!D + AB!C!D + ABC!D + ABCD

KARNAUGH MAP

Y = !ABC!D + A!BC!D + AB!C!D + ABC!D + ABCD

CD\AB
00
01
11
10
00


AB!C!D

01




11


ABCD

10

!ABC!D
ABC!D
A!BC!D


Y = ABC + AB!D + BC!D + AC!D

 RANGKAIAN LOGIKA


Minggu, 28 April 2013

Kerja ke Luar Negeri, Siapa Takut!


Indonesia bisa dibilang sebagai negara dengan jumlah penduduk yang relatif banyak bekerja di luar negeri, mayoritas bekerja di sektor informal. Hal tersebut selain menguntungkan pemerintah melalui pendapatan devisa negara juga dapat membantu perekonomian keluarga TKI tersebut, karena gaji yang mereka dapat di luar negeri jauh lebih tinggi daripada di negeri sendiri. Banyak cerita sukses dari para TKI yang bekerja di luar negeri namun banyak juga cerita duka yang seakan membuat kita miris dari para TKI tersebut. Penderitaan TKI kita di luar negeri begitu marak terjadi mulai dari gaji yang tidak di bayar, pemerkosaan, hingga penyiksaan yang berakibat pada kematian TKI kita. Mayoritas penyiksaan TKI tersebut terjadi di Timur Tengah dan Malaysia, negara yang kita anggap sebagai bangsa serumpun. Semua hal itu membuat masyarakat kita berpandangan buruk akan berkerja di luar negeri.
            Benarkah semenyeramkan itu bekerja di luar negeri? Bagaiman dengan negara-negara yang bukan tujuan utama para TKI seperti korea. Untuk itulah pada hari minggu(10/03) bertempat di Balai Latihan Kerja Industri(BLKI) Singosari, penulis mengikuti seminar “Peluang Bekerja di Korea”. Seminar yang bekerja sama dengan Hana Education tersebut bertujuan untuk lebih mengenalkan Korea sebagai negara yang aman bagi pekerja asing. Peserta yang mengikuti seminar kurang lebih sekitar 50 orang, mayoritas adalah mereka yang masih belum bekerja walaupun ada diantara mereka yang sudah bekerja namun tertarik akan kerja di Korea. Sengguruh Nilowardono, sebagai pemateri utama dalam seminar tersebut mengemukakan kenapa bekerja di Korea begitu menggiurkan dan dijamin keamanannya bagi para pekerja asing. Program kerja di Korea merupakan kerjasama G to G antara pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Korea sehingga dijamin seluruhnya kerena merupakan program yang legal. Oleh karena itu, untuk bisa bekerja di Korea para calon TKI tidak bisa menggunakan jasa PJTKI(Perusaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia) yang selama ini umum digunakan sebagai penyalur TKI ke Luar negeri. Untuk Korea hal tersebut tidak mungkin bisa dilakukan PJTKI karena program ini langsung ditangani oleh pemerintah. Bidang yang paling banyak dibutuhkan di Korea adalah sebagai operator industri dengan penghasilan mencapai 15 juta rupih perbulan, selain itu pekerja juga mendapat asuransi kesehatan, tempat tinggal, dan hak untuk cuti.
            Syarat untuk bisa bekerja di Korea adalah pria atau wanita, berumur antara 18th-39th, berijasah minimal SMP dan yang paling utama adalah lulus seleksi tes Bahasa Korea. Syarat terakhir adalah mutlak hukumnya, karena hal tersebutlah yang menentukan apakah calon TKI tersebut bisa diberangkatkan ke Korea atau tidak. Seleksi tes Bahasa Korea diadakan setiap tahun oleh pemerintah pusat yang bertempat di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Medan dan Surabaya. Setelah dinyakan lulus dalam tes seleksi bahasa korea calon TKI harus menyertakan berberapa persyaratan administrasi seperti tes kesehatan, paspor, SKCK dan lain sebagainya. Biaya pemberangkatan ke Korea ditanggung sendiri oleh calon TKI, namun tidak perlu khawatir bagi mereka yang tidak punya biaya karena pemerintah bekerjasama dengan Bank BRI mengucurkan program KUR(Kredit Usaha Rakya) TKI untuk biaya pemberangkatan TKI ke korea dengan bunga yang cukup rendah. Dengan berbagai jaminan keamanan, fasilitas, dan gaji yang menggiurkan tidak ada salahnya untuk bekerja di Korea, negara yang banyak dikenal oleh remaja dangan music K-Pop, namun juka merupakan negara yang menjamin keselamatan para pekerja asing.

sumber : harian surya edisi 20 maret 2013

Rabu, 30 Januari 2013

Watugede Itulah Nama Desaku

welcome to my village.
Bigstone, jika diartikan dalam bahasa indonesia adalah batu besar, dalam bahasa jawa berarti watugede. nama tersebut bukanlah untuk menyebut suatu batu yang besar, tapi itu adalah nama sebuah daerah atau mungkin tepatnya sebuah desa di Jawa Jimur terletak di Kabupaten Malang Kecamatan Singosari. kurang lebih desa watugede berjarak 13 km dari pusat kota malang. mungkin suatu nama daerah yang aneh ya? tetapi bukan karena sebab nama tersebut menjadi nama desa. karena desa ini tepat saya lahir dan dibesarkan bersama keluarga besar saya, yang dari nenek moyang sudah tinggal disini. saya akan coba menceritakan tentang desa saya ini, yang menurut saya banyak sekali terjadi perubahan dari saya kecil hingga sekarang menjadi saya seorang mahasiswa semester 4 sebuah perguruan tinggi negeri di kota malang.
oke, mulai dari kenapa nama desa saya ini cukup unik. hal ini bukan karena sebab karena di desa ini terdapat suatu batu yang amat besar yang terdapat di tengah persawahan. batu tersebut kira mempunyai diameter 6-7 meter dengan ketinggian 4 meter, ini untuk ukuran batu yang pertama karena 2 batu. batu yang kedua kira-kira berukuran dua kali lebih kecil dari dari batu pertama. mungkin hal inilah yang membuat desa saya di namai watugede yang dalam bahasa inggrisnya bigstone atau batu besar. walaupun tidak ada catatan resmi tentang nama desa ini, tapi menurut orang tua saya karena ada batu tersebutlah yang menjadi asal muasal nama desa kelahiran saya. dan batu tersebut hingga saat ini masih terjaga dengan baik walaupun berada di tengah persawahan. jika anda pergi  mengunjungi batu tersebut jangan heran jika anda melihat beberapa sesaji yang di taruh di tempat tersebut oleh beberapa warga, mungkin mereka masih mempercayai bahwa tempat-tempat seperti itu ada "penghuninya".
kemudian yang cukup penting menurut saya dari desa ini adalah adanya situs sejarah peninggalan kerajaan singosari yaitu pertirtaan watugede. sebuah pemandian tua kerajaan singosari yang sumber mata air yang cukup jernih dan menjadi sumber dari hulu sungai yang kira-kira mempunyai panjang 5 km. menurut sumber yang di tempel di pemandian tersebut, pada jaman kerajaan singosari tempat tersebut dijadikan pemandian untuk keluarga kerajaan singsari termasuk sebagai pemandian putri kendedes. tempat tersebut kira-kira seperti lembah yang pada dasar lembah tersebut adalah tempat pemandiannya, ditambah lagi dengan banyaknya pohon-pohon rindang dan padang savana semakin memperindang tempat tersebut. hal yang patut disayangkan adalah banyak stupa-stupa yang sudah hilng dari tempat tersebut dan penuturan penjaga pemandian ada beberapa stupa yang disimpan di museum nasional. untuk masuk di pemandan tersebut sebenarnya tidak dikenakan biaya namun ada kalanuya terdapat rombongan turis dari luar yang saya saya lihat memberika tip kepada penjaga pemandian tersebut. semoga dengan adanya perhatian dari pemerintah situs sejarah tersebut dapat terjaga kelestariannya dan bisa di nikmati oleh anak cucu kita.
sekarang saya akan memceritakan perubahan lingkungan di desa saya yang amat drastis dari saya kecil hingga sekarang. dahulu ketika saya duduk di bangku SD banyak sekali ruang-ruang terbuka yang bisa dijadiakn tempat bermain., mulai dari bermain layang-layang, permainan benteng, congklak hingga permainan petak umpet. bahkan dahulu di belakang rumah saya banyak sekali terdapat tanaman buah-buahan seperti serikaya, markisa, jampbu , mangga, sirsak hingga pohon nangka pun ada. namun sekarang yang terjadi desa saya tak ubahnya sebuah perkampungan padat penduduk. karena banyak rumah-rumah peduduk yang di bangun amat banyak bahkan sebagian besar lahan persawahan yang dahulu amat ijo royo-royo sekarang menjadi sebuah bangunan beton yang amat jauh dari pemandangan desa yang rindang. mungin hal ini adalah potret dari gagalnya program keluarga berencana yang sekarang terasa akibatnya. masalah kependudukan memanglah amat rumit, jika kita tidak dapat membangun manusia yang bermutu berbagai masalah yang akan timbul. yang utama adalah timbulnya kemiskinan yang kemudian berdampak luas dalam berbagai hal. semoga kita lebih bijak lagi dalam membangun peradaban manusia yang lebih unggul.
itulah sedikit cerita dari desa saya,, bagimana dengan desa kamu??

Selasa, 29 Januari 2013

Memulai Menulis

Hmmmm...,,,, apa kabar ni para blogger.? pastinya semakin eksis donk blognya. saya baru aja bikin blog baru nie, sebenarnya sih pengen buat blog itu udah lama banget tapi karena mungkin males ya,., dan juga bingung mau nulis apa., hahaha...,, ribet kan.
tapi kali ini saya coba untuk lebih punya semangat yang tinggi lagi buat menulis dan berbagi hal-hal yang semoga bisa bermanfaat untuk siapapun. blog ini saya buat untuk sekedar berbagi informasi dan sharing saja, baik itu mengenai pendidikan maupun hal-hal di kehidupan sehari-hari. yang pasti tulisan saya masih banyak kekurangan di sana-sini karena saya juga amat baru di dunia tulis menulis., sehingga buat para blogger semua kiranya bisa memberikan saran yang bermanfaat dan membangun untuk tulisan yang lebih baik lagi., so thankz banget buat sobat yang udah nyempetin liat-liat blog yang amat-amat sederhana ini., semoga bisa bermanfaat..,

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha , Edited by Herman